Haji Tahun 2025: Teknologi Tinggi Dan Canggih untuk Kenyamanan Jemaah Haji Di Mekkah
Pemerintah Arab Saudi bersama berbagai negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, kini mengadopsi sejumlah inovasi berbasis digital, robotik, dan kecerdasan buatan (AI) demi menyempurnakan pengalaman spir;itual ini di tengah tantangan cuaca ekstrem dan jumlah peserta yang terus meningkat.
1. Gelang Pintar (Smart Wristband) untuk Pemantauan Jemaah
Salah satu terobosan paling vital dalam Haji 2025 adalah pemanfaatan gelang pintar bagi setiap jemaah. Gelang ini terhubung langsung dengan sistem pusat yang dikendalikan otoritas penyelenggara haji di Arab Saudi.
Fungsinya tidak main-main: alat ini mencatat data kesehatan seperti suhu tubuh dan detak jantung, memantau lokasi jemaah secara real-time, hingga menyimpan informasi jadwal ibadah. Ketika terjadi kondisi darurat, petugas dapat segera merespons dengan cepat berkat data yang terekam di gelang ini.
2. Robot dan Kecerdasan Buatan (AI) di Masjidil Haram
Untuk pertama kalinya dalam sejarah haji, Arab Saudi mengerahkan robot pintar berbasis AI dalam skala besar. Robot-robot ini terlihat beroperasi di area Masjidil Haram untuk membagikan air zamzam, memberikan panduan arah, hingga menerjemahkan percakapan bagi jemaah dari berbagai negara.
Beberapa robot juga dibekali fitur pengenalan wajah untuk membantu menemukan jemaah yang tersesat, terutama lansia atau yang memiliki keterbatasan bahasa.
3. Aplikasi Terintegrasi “Smart Hajj 2025”
Pemerintah Arab Saudi merilis aplikasi digital bernama Smart Hajj 2025, yang menjadi “teman digital” jemaah selama menjalankan ibadah.
Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur seperti navigasi lokasi, peta digital area manasik, jadwal ibadah, lokasi tenda, hingga layanan komunikasi dengan petugas haji. Uniknya, aplikasi ini mendukung banyak bahasa termasuk Bahasa Indonesia, memudahkan jemaah Tanah Air dalam penggunaannya.
4. Tenda Mina dengan AC Tenaga Surya Ramah Lingkungan
Salah satu kendala utama selama berhaji adalah cuaca panas ekstrem. Pada tahun ini, suhu di Tanah Suci diperkirakan mencapai 45°C. Untuk mengatasi hal ini, tenda-tenda di Mina kini dilengkapi AC berbasis tenaga surya.
Selain memberi kenyamanan termal bagi jemaah, teknologi ini juga berkontribusi dalam mengurangi konsumsi listrik dan emisi karbon. Langkah ini sejalan dengan komitmen Arab Saudi menuju pelaksanaan haji yang lebih ramah lingkungan.
Lihat Artikel Lebih Lengkap Cek Di : https://www.redaksiku.com/7-inovasi-teknologi-canggih-haji-2025/